Jakarta (UNAS) – Badan Pengembangan Mutu Universitas Nasional (BPM UNAS) menyelenggarakan rapat koordinasi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2025 di Ruang Seminar Lantai 3 Kampus UNAS Pejaten, Jumat (13/2). Kegiatan ini dihadiri pimpinan fakultas, ketua program studi, serta perwakilan biro yang tergabung dalam tim IKU.
Rapat dipimpin Kepala BPM UNAS, Dr. Muhani, S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarunit dalam pengelolaan dan pelaporan IKU. Ia menyampaikan bahwa implementasi IKU telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan memerlukan konsistensi, ketelitian, serta kolaborasi aktif dari seluruh unit kerja.
Dalam paparannya, BPM menjelaskan mekanisme pelaporan IKU yang terintegrasi melalui berbagai sistem internal dan nasional. Setiap indikator memiliki sumber data dan proses verifikasi tersendiri sehingga diperlukan sinergi antara fakultas, program studi, dan biro terkait agar data dapat terinput dan terverifikasi tepat waktu.
Selain membahas teknis pelaporan, rapat juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai kendala administratif yang dihadapi, termasuk proses verifikasi pada sejumlah sistem yang membutuhkan waktu lebih panjang. BPM mengingatkan seluruh unit agar mempercepat koordinasi serta memastikan kelengkapan data sebelum batas akhir pelaporan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah pimpinan fakultas menyampaikan pentingnya transparansi terkait bobot dan skema perhitungan IKU. Informasi tersebut dinilai krusial untuk mendukung perencanaan strategis, termasuk dalam penentuan prioritas program dan alokasi sumber daya.
Menanggapi hal tersebut, BPM menyatakan komitmennya untuk menyusun materi sosialisasi yang lebih komprehensif agar setiap unit memahami kontribusi masing-masing indikator terhadap capaian institusi secara menyeluruh.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum konsolidasi menjelang penutupan pelaporan IKU 2025. Melalui penguatan tata kelola dan komunikasi lintas unit, UNAS berupaya memastikan seluruh proses berjalan optimal sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu dan daya saing institusi secara berkelanjutan. (VIN)




